Tempat pembuangan akhir sampah mempunyai fungsi yang sangat penting, namun dapat menimbulkan dampak negatif yaitu menurunnya kualitas lingkungan karena tumpukan sampah menghasilkan berbagai polutan yang dapat menyebabkan pencemaran udara. Salah satu pencemar yang dihasilkan adalah gas Hidrogen Sulfida (H2S). Salah satu kelompok yang berisiko terkena gangguan pernapasan adalah pemulung yang bekerja di TPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama paparan gas Hidrogen Sulfida (H2S) dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) terhadap gangguan pernapasan pada pemulung di TPA Supit Urang Kota Malang. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan rancangan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini adalah 60 responden yang diambil menggunakan metode random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji pengaruh lama paparan dan penggunaan alat pelindung diri (APD) menggunakan uji regresi ordinal.Hasil uji statistik menunjukkan 2 variabel berpengaruh terhadap gangguan pernapasan yaitu lama paparan H2S (p = 0.035), dan perilaku penggunaan APD (p=0.001). Variabel yang tidak berpengaruh yaitu pengetahuan tentang APD dengan nilai (p=0.476). Sementara hasil dari responden yang mengalamiĀ gangguan pernapasanĀ rendah sebanyak 0 responden, gangguan pernapasan sedang 41 responden danĀ yang mengalami gangguan pernapasan tinggi sebanyak 19 responden.
Copyrights © 2023