Kemoterapi merupakan terapi yang sering digunakan untuk mengobati penyakit kanker, terutama untuk kanker stadium lanjut. Kemoterapi memiliki efek samping ini bersifat idiosinkratik atau tidak terduga, sehingga perlu dilakukan pemantauan kada ALT, AST selama tindakan kemoterapi berlangsung. Dalam penatalaksanaan kemoterapi perlu dilakukan pemeriksaan kadar ALT, AST sebelum dan sesudah kemoterapi untuk melihat efek hepatotoksiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar ALT dan AST sebelum dan sesudah kemoterapi pada pasien kanker yang dilaksankan pada bulan Maret hingga bulan April 2023. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan populasi 113 responden dan yang sebagai sampel sebanyak 35 responden dan teknik purposive sampling. Pemeriksaan ALT dan AST dilakukan dengan menggunakan Pentra C400. Penelitian ini menggunakan analisis data pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna kadar ALT sebelum dan sesudah kemoterapi pada 35 responden berdasarkan hasil tes (p = 0,528). Sedangkan kadar AST sebelum dan sesudah kemoterapi pada pasien kanker menunjukkan perbedaan yang bermakna berdasarkan hasil pemeriksaan (p = 0,002). Hal ini menunjukkan bahwa hasil perbedaan kadar ALT sebelum dan sesudahnya masih dalam batas normal secara klinis. Namun, kadar AST sebelum dan sesudah kemoterapi meningkat di atas batas normal, yang menunjukkan gangguan integritas hepatosit yang terlihat secara klinis.
Copyrights © 2023