Seri Rayani Bangun
Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medik STIKes St. Elisabeth Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN MYCOBACTERIUM LEPRAE DENGAN PENDEKATAN DAYA KASIH KRISTUS PADA PENDERITA MORBUS HANSEN DI PANTI REHABILITASI KUSTA GEMA KASIH GALANG DESA JAHARUN TAHUN 2023 Seri Rayani Bangun; David Sumanto Napitupulu; Yevi Agatani Sinaga
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17174

Abstract

Mycobacterium leprae merupakan bakteri penyebab penyakit Morbus hansen, yang saat ini menjadi permasalahan serius yang dihadapi oleh beberapa negara khususnya negara indonesia. Ada kecenderungan pada masyarakatmenggunakan tanaman herbal untuk pengobatan Morbus hansen, salah satu nya daun sirih merah yang diketahui sebagai tanaman yang bekhasiat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan bakteri Mycobacterium leprae dengan diberikannya ekstrak daun sirih merah dan tidak diberi ekstrak daun sirih merah. Sampel yang diguanakan dalam penelitian ini yaitu responden yang memiliki penderita Morbus hansen di Panti Rehabilitasi Kusta Gema Kasih Galang Desa Jaharun.  Metode yang digunakan untuk menentukan pertumbuhan bakteri ini adalah metode cawan petri  dengan menghitung jumlah koloni bakteri di alat colony counter. Analisa data dilakukan dengan paired sampel t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji ekstrak daun sirih merah terhadap pertumbuhan Mycobacterium leprae menunjukkan nilai (P=0.000), yang artinya uji ekstrak daun sirih merah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan mycobacterium leprae. Ekstrak daun sirih merah mampu menghambat pertumbuhan Mycobacterium leprae dengan jumlah koloni bakteri rata rata 12,53.
UJI EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN MYCOBACTERIUM LEPRAE DENGAN PENDEKATAN DAYA KASIH KRISTUS PADA PENDERITA MORBUS HANSEN DI PANTI REHABILITASI KUSTA GEMA KASIH GALANG DESA JAHARUN TAHUN 2023 Seri Rayani Bangun; David Sumanto Napitupulu; Yevi Agatani Sinaga
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17265

Abstract

Mycobacterium leprae merupakan bakteri penyebab penyakit Morbus hansen, yang saat ini menjadi permasalahan serius yang dihadapi oleh beberapa negara khususnya negara indonesia. Ada kecenderungan pada masyarakatmenggunakan tanaman herbal untuk pengobatan Morbus hansen, salah satu nya daun sirih merah yang diketahui sebagai tanaman yang bekhasiat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan bakteri Mycobacterium leprae dengan diberikannya ekstrak daun sirih merah dan tidak diberi ekstrak daun sirih merah. Sampel yang diguanakan dalam penelitian ini yaitu responden yang memiliki penderita Morbus hansen di Panti Rehabilitasi Kusta Gema Kasih Galang Desa Jaharun.  Metode yang digunakan untuk menentukan pertumbuhan bakteri ini adalah metode cawan petri  dengan menghitung jumlah koloni bakteri di alat colony counter. Analisa data dilakukan dengan paired sampel t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji ekstrak daun sirih merah terhadap pertumbuhan Mycobacterium leprae menunjukkan nilai (P=0.000), yang artinya uji ekstrak daun sirih merah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan mycobacterium leprae. Ekstrak daun sirih merah mampu menghambat pertumbuhan Mycobacterium leprae dengan jumlah koloni bakteri rata rata 12,53.
ANALISIS KADAR ALT, AST SEBELUM DAN SESUDAH TINDAKAN KEMOTERAPI PADA PENDERITA KANKER DENGAN PENDEKATAN DAYA KASIH KRISTUS DI RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2023 Seri Rayani Bangun; Rica Vera Br Tarigan; Magda Ignatresia Sibagariang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17286

Abstract

Kemoterapi merupakan terapi yang sering digunakan untuk mengobati penyakit kanker, terutama untuk kanker stadium lanjut. Kemoterapi memiliki efek samping ini bersifat idiosinkratik atau tidak terduga, sehingga perlu dilakukan pemantauan kada ALT, AST selama tindakan kemoterapi berlangsung. Dalam penatalaksanaan kemoterapi perlu dilakukan pemeriksaan kadar ALT, AST sebelum dan sesudah kemoterapi untuk melihat efek hepatotoksiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar ALT dan AST sebelum dan sesudah kemoterapi pada pasien kanker yang dilaksankan  pada bulan Maret hingga bulan April 2023. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan populasi 113 responden dan yang sebagai sampel sebanyak 35 responden dan teknik purposive sampling. Pemeriksaan ALT dan AST dilakukan dengan menggunakan Pentra C400. Penelitian ini menggunakan analisis data pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna kadar ALT sebelum dan sesudah kemoterapi pada 35 responden berdasarkan hasil tes (p = 0,528). Sedangkan kadar AST sebelum dan sesudah kemoterapi pada pasien kanker menunjukkan perbedaan yang bermakna berdasarkan hasil pemeriksaan (p = 0,002). Hal ini menunjukkan bahwa hasil perbedaan kadar ALT sebelum dan sesudahnya masih dalam batas normal secara klinis. Namun, kadar AST sebelum dan sesudah kemoterapi meningkat di atas batas normal, yang menunjukkan gangguan integritas hepatosit yang terlihat secara klinis.