Bandar udara memiliki peran sebagai pintu gerbang kegiatan perekonomian dalam upaya pemerataan pembangunan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, serta keselarasan pembangunan nasional dan pembangunan daerah. Salah satu isu penentuan tujuan perencanaan Kabupaten Way Kanan dalam RTRW Provinsi Lampung adalah peluang pendayagunaan Pangkalan Udara TNI Angkatan Darat Gatot Subroto sebagai bandara komersial untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas sipil yang cepat, nyaman, dan ekonomis. Namun, pemanfaatan peluang tersebut memiliki limitasi berupa keterbatasan kapasitas untuk penggunaan lahan sebagai bandara komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan kawasan Bandar Udara Gatot Subroto dalam mendukung pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Metode penelitian yang digunakan, yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan alat analisis Satuan Kemampuan Lahan (SKL) untuk mengetahui daya dukung agar tindak perencanaan berada dalam kapasitas optimal keberlanjutan ekosistem Analisis SWOT serta QSPM juga digunakan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan Kawasan Bandara Gatot Subroto. Hasil analisis SKL menunjukkan tiga klasifikasi kemampuan lahan di kawasan tersebut dengan persentasi terbesar, yaitu 86,28% kemampuan lahan baik, 8,54% dengan kemampuan cukup baik, dan 5,18% dengan kemampuan sangat baik. Strategi pengembangan Bandara Gatot Subroto yang direkomendasikan adalah penguatan aspek kelembagaan untuk menunjang fasilitas layanan pendukung yang dapat memudahkan pengguna bandara dan melakukan pengembangan potensi pariwisata Kabupaten Way Kanan sebagai daya tarik untuk wisatawan.
Copyrights © 2023