Bayi ditinjau dari sudut masalah kesehatan dan gizi termasuk kelompok umur 0-12 bulan yang rawan gizi dan penyakit, kelompok yang jumlahnya paling besar mengalami masalah gizi (Kartika, 2014). Pelayanan kesehatan bayi ini dapat dilakukan di puskesmas, puskesmas pembantu, polindes terutama di posyandu. Efektifitas posyandu erat sekali kaitannya dengan partisipasi ibu. Salah satu penyebab tingginya gizi buruk adalah kurang sadarnya masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan terutama anak balitanya. Dari pencatatan bulan penimbangan puskesmas Mandrehe bulan Januari dan Mei 2022 terjadi penurunan jumlah kunjungan ke posyandu yaitu pada bulan Januari sebanyak 66% jumlah bayi yang datang dan pada bulan Mei sebanyak 61%. Tingkat kehadiran posyandu berperan penting terhadap status gizi anak bayi. Menurut Handayani (2017), penting bagi ibu untuk aktif berkunjung ke posyandu untuk memantau kesehatan dan gizi anaknya, sehingga apabila terjadi masalah gizi seperti gizi kurang maka ibu dapat melakukan pencegahan agar keadaan tersebut tidak semakin buruk. Langkah puskesmas dalam menanggulangi masalah gizi yaitu dengan diadakannya penimbangan balita rutin setiap sekali dalam seminggu yang diselenggarakan di puskesmas Ketapang, dan setiap dua minggu sekali di berikan makanan tambahan seperti: susu, bubur, dan biskuit. Untuk itu diperlukan keaktifan ibu dalam melakukan penimbangan rutin di Posyandu.
Copyrights © 2023