Tebu (Saccharum officinarum L) merupakan tanaman rumput-rumputan yang telah dibudidayakan di lebih dari 90 negara, baik di negara tropis dan subtropis. Tebu di Indonesia dimanfaatkan utama sebagai bahan baku dalam industri gula. Saat ini budidaya tebu banyak dilakukan pada lahan marjinal (pasiran) sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Kiaran, Kecamatan Cangkringan, Kelurahan Wukirsari dan varietas tebu yang digunakan merupakan Bululawangan (BL). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian RAK 1 faktor yaitu penambahan blotong, dengan dua taraf yaitu B0 (tanpa blotong) dan B1 (dengan blotong) dengan tiga ulangan. Dosis blotong yang ditambahkan adalah 11,25 ton/ha blotong basah. Analisa tanah dan tanaman serta hasil tanaman dilakukan untuk melihat pengaruh pemberian blotong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blotong basah dari PG Madukismo memiliki kandungan pH yang netral, C organik tinggi dan memiliki kandungan hara baik N, P, K, Ca, Mg, dan Na. Terdapat hasil yang signifikan lebih tinggi pada tebu yang ditanam di lahan yang ditambahkan blotong dibandingkan pada tebu yang ditanam pada lahan tanpa penambahan blotong, pada parameter diameter batang, jumlah batang per rumpun, jumlah daun hijau dan produktivitas tebu. Kadar lengas tanah dan berat volume tanah memberikan hasil yang berbeda nyata antara lahan yang diberi blotong dan tanpa penambahan blotong. Penambahan blotong memberikan peningkatan yang signifikan pada parameter produksi brix dan produktivitas tebu, dengan peningkatan produktivitas hingga 208%. Pemberian blotong sebagai bahan pembenah tanah menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan produktivitas tebu di lahan pasiran.
Copyrights © 2023