Batu ginjal merupakan salah satu penyakit ginjal yang di dalamnya terdapat batu yang mengandung komponen kristalin dan matriks organik, serta merupakan penyebab kelainan saluran kemih yang paling umum. Prevalensi penyakit batu ginjal meningkat seiring dengan bertambahnya umur, lebih tinggi pada laki-laki dibanding perempuan. Terdapat dua jenis pengobatan yang sering digunakan oleh masyarakat antara lain pengobatan modern yaitu dengan obat kimia, dan pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor pemilihan obat kimia dan obat tradisional sebagai alternative pengobatan batu ginjal di RSUD Banyumas. Metode jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara faktor sosial, budaya dan psikologis dengan pemilihan obat kimia dan obat tradisional dengan hasil p-value < 0.01. Dengan hasil pemilihan obat responden terhadap obat kimia sebesar 80% dan obat tradisional 20%. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu sebagian besa responden memilih obat kimia sebagai pengobatan batu ginjal, karakteristik responden dikelompok umur paling banyak adalah kelompok lansia, kelompok tingkat pendidikan paling banyak di tingkat pendidikan dasar, marital status terbanyak adalah sudah menikah dan kelompok penghasilan di kelompok penghasilan rendah dan terdapat pengaruh antara faktor sosial, budaya dan psikologi terhadap pemilihan obat.
Copyrights © 2022