Berdasarkan dari data DCM, ada beberapa peserta didik di SMKN 1 Kertosono yang merasa kesulitan bersosialisasi disebabkan irrational belief. Beberapa diantara mereka merasa tidak menarik, malu, takut dibully, gengsi, takut dikecewakan lagi, dan merasa diasingkan. Kondisi tersebut yang melatarbelakangi penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini agar peserta didik tersebut menyadari akar penyebab masalahnya dan kemudian mereka bisa bersosialisasi dengan nyaman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dalam bentuk study kasus melalui konseling individu dengan pendekatan Rational Emotif Behavior Therapy teknik dispute kognitif. Irrational belief konseli harus diganti dengan pikiran positif dengan cara melakukan dispute kognitif. Dispute kognitif yaitu menggunakan pertanyaan konfrontasi untuk menyangkal irrational belief konseli. Konselor menggunakan pertanyaan dispute logis, reality testing dan pragmatic disputation. Dari 3 konseli, 2 diantaranya mampu mengelola kognitifnya dan menemukan cara untuk mengganti irrational beliefnya menjadi lebih positif. Sedangkan satu konseli kurang tuntas karena belum mampu mengelola emosinya sehingga kognitifnya sulit untuk ditata menjadi lebih positif.
Copyrights © 2022