Sindrom Stevens-Johnson (SSJ) dan nekrolisis epidermal toksik (NET) merupakan reaksi mukokutan akut yang mengancam nyawa, dengan karakteristik nekrosis epidermis luas dan terlepasnya epidermis. Insiden SSJ di Jepang adalah 2,3 kasus/100.000 penduduk/tahun. Tingkat mortalitas SSJ-NET di Saudi Arabia adalah 1 dari 10 kasus (10%). Penyebab SSJ-NET dapat terkait obat-obatan, idiopatik, infeksi, setelah transplantasi sumsum tulang, imunisasi, radioterapi, ataupun terkait genetik. Patogenesis SSJ-NET diduga akibat reaksi sitotoksik terhadap sel keratinosit yang menyebabkan apoptosis masif. Manifestasi klinis diawali gejala prodromal diikuti dengan munculnya lesi makula eritema dan lesi target atipikal yang dapat berkonfluens, kemudian menjadi bula, erosi, dan oozing dengan keterlibatan mukosa. Pemantauan tanda-tanda vital harus dilakukan untuk menentukan prognosis. Pemeriksaan penunjang dilakukan apabila dipertimbangkan diagnosis banding lain. Tata laksana SSJ-NET adalah dengan menghentikan obat terduga, penanganan awal seperti resusitasi cairan, pemberian nutrisi dini, perawatan, serta evaluasi mata dan lesi kulit. Keterlibatan multiorgan dapat terjadi pada SSJ-NET, sehingga tata laksana multidisiplin diperlukan untuk terapi optimal. Pemberian corticosteroid dan cyclosporine A dapat menguntungkan. Prognosis SSJ-NET diperhitungkan dengan menggunakan SCORTEN.
Copyrights © 2023