Penelitian ini membahas tentang perubahan sosial dan dampaknya pada bahasa daerah di Kampung Ansus. Penelitian ini menjelaskan tentang konsep perubahan sosial yang melibatkan dimensi struktural dan dimensi kultural. Dimensi struktural mencakup hubungan individu, status, kekuasaan, integrasi, dan sebagainya, sedangkan dimensi kultural mencakup nilai-nilai dan norma-norma social. Perubahan sosial dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk bahasa daerah. Penulis mengamati bahwa dalam masyarakat Kampung Ansus, bahasa daerah Ansus mengalami perubahan akibat perubahan-perubahan sosial. Penelitian ini membahas bagaimana lingkungan sosial budaya dan hubungan sosial memengaruhi bahasa daerah Ansus. Ada penekanan pada fakta bahwa perubahan bahasa daerah terjadi karena kurangnya sosialisasi bahasa dari generasi tua kepada generasi muda, sehingga bahasa daerah mulai tergeser oleh bahasa Indonesia dan budaya luar. Dalam konteks ini, bahasa daerah Ansus juga dianggap penting sebagai bagian dari identitas budaya dan komunikasi antaranggota masyarakat.Selain itu pembahasan pada penelitian ini menyajikan beberapa kendala dan solusi dalam mempertahankan bahasa daerah Ansus. Kendala-kendala tersebut meliputi kurangnya sosialisasi tentang bahasa, hubungan sosial yang kurang harmonis, pengaruh lingkungan sosial, dan pengaruh Bahasa Indonesia. Solusi yang diusulkan antara lain adalah meningkatkan sosialisasi tentang bahasa daerah dari keluarga dan pendidikan, membangun hubungan sosial yang baik, dan mempertahankan penggunaan bahasa daerah Ansus dalam interaksi sosial.
Copyrights © 2020