Tari Gandrung Telaga Sakti di Desa Pekraman Limo diakui sebagai tari yang disakralkan, tentu menyimpan banyak keunikan. Keunikan Tari Gandrung Telaga Sakti adalah ketika tarian ini akan dipentaskan dilakukan sebuah proses ritual, seperti proses pemilihan penari, tempat pementasan dan keberadaan gelungan yang tersimpan disebuah bangunan suci pura Puseh Desa Pekraman Limo. Kajian ini akan mengangkat fungsi pementasan Tari Gandrung Telaga Sakti di Desa Pakraman Limo Kecamatan Nusa Penida. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif interpretatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa Tari Gandrung Telaga Sakti adalah Salah satu jenis tarian tradisional masyarakat desa pekraman Limo, kecamatan Nusa Penida yang telah dikenal oleh masyarakat setempat diperkirakan sejak didirikan Pura Puseh Desa Pekraman Limo. Tarian ini ditarikan oleh dua orang penari laki–laki berusia tujuh tahun sampai sebelum menginjak remaja, yang dipentaskan di Pura Puseh Desa Pekraman Limo setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Anggarakasih Perangbakat. Tari Gandrung Telaga Sakti didukung oleh elemen–elemen gerak, rias dan busana, musik iringan, tempat pertunjukan dan upakara. Tari Gandrung Telaga Sakti memiliki fungsi sosial, membayar kaul, dan memohon keselamatan.
Copyrights © 2023