Humas pemerintah melakukan manajemen isu sebagai strategi responsif untuk mengelola isu-isu pemerintah sebagai perencanaan krisis untuk menghindari rencana kontijensi di era post truth. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan isu yang responsif yang dilakukan oleh humas pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika selaku humas pemerintah dan Deputi IV Kantor Staf Presiden menerapkan strategi agenda building dalam produksi narasi pemerintahan. Sesuai dengan teori Agenda Building & Information Subsidies, humas pemerintah menggunakan strategi khusus untuk mempengaruhi persepsi positif masyarakat terhadap pemerintah. Mulai dari proses perencanaan yang dilakukan tim krisis, koordinasi isu penajaman isu, pembuatan strategi komunikasi, media monitoring, media relation, analisis tone berita, produksi naratif, evaluasi, dan subsidi informasi. Selain itu, GPR menjalankan contingency plan. Penelitian kualitatif deskriptif dilakukan dengan teknik pengambilan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Setelah mewawancarai 21 narasumber, temuan penelitian menghasilkan proposisi, pedoman teknis pengelolaan isu, dan model komunikasi pengelolaan isu, serta mendeskripsikan karakteristik pengelolaan era Jokowi-JK. Strategi utama yang digunakan humas pemerintah dalam isu manajemen adalah menjalin hubungan baik dengan media melalui Forum Merdeka Barat 9. Humas pemerintah memanfaatkan berbagai media untuk memaksimalkan agenda pembangunan, seperti: big data, press conference, website, release , twitter, Instagram, Facebook, YouTube Live Streaming, dan sebagainya. Penggunaan media yang beragam dan kecerdasan buatan merupakan salah satu ciri khas humas pemerintah di era sebelumnya.
Copyrights © 2023