Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting yang membutuhkan tanggungjawab bersama. Kesehatan reproduksi remaja khususnya perempuan perlu memperoleh perhatian khusus mengingat mereka adalah asset penerus generasi bangsa. Problematika yang dihadapi remaja prempuan antara lain adalah disminore, baik dari skala nyeri ringan maupun nyeri berat hingga tidak bisa beraktifitas sehingga mengakibatkan prestasi belajar menurun. Disminore dapat terjadi secara fisiologis maupun secara patologis. Disminore secara fisiologis dapat diminimalisir dengan berbagai cara yaitu farmakologis dan non farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri disminore pada kelompok remaja dengan IMT rendah dan IMT normal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus, populasi adalah mahasiswa universitas , sample yang direkrut adalah 65 orang. Uji statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan dua kelompok tidak berpasangan. Hasil yang diperoleh adalah tidak terdapat perbedaan signifikan skala nyeri antara IMT rendah dan IMT normal. (P value > 0.05). Hasil ini berbeda dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Madhubala Chaucan yang meyebutkan bahwa terdapat perbedaan signifikan disminore antara remaja dengan IMT normal dan IMT rendah. Kesimpulan penelitian yang diperoleh adalah tidak terdapat perbedaan signifikan skala nyeri disminore pada kelompok remaja dengan IMT rendah dan IMT normal.
Copyrights © 2019