Dermatitis seboroik merupakan salah satu jenis kelainan kulit yang paling sering ditemukan pada lapisan papuloskuamosa dan bersifat kronik. Terjadinya dermatitis seboroik dikaitkan dengan tiga faktor penyebab utama yaitu, metabolisme mikroba (Malassezia), produksi sebum dan kerentanan individu terhadap suatu penyakit. Stres, kecemasan, dan depresi dapat meningkatkan produksi jumlah sebum. Untuk mengetahui hubungan antara stres (mencakup keecemasan dan depresi) dengan kejadian dermatitis seboroik. Penelitian ini mengambil sumber database dari web Pubmed, Science Direct dan Google Schoolar. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode critical appraisal. Tidak ada limitasi batas waktu pencarian dan tempat penelitian ditujukan untuk semua negara dan ras. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, tidak semua artikel menyatakan adanya hubungan antara stres (mencakup kecemasan dan depresi) dengan kejadian dermatitis seboroik. Dua artikel stres berhubungan signifikan, 9 artikel kecemasan (8 artikel berhubungan signifikan dan 1 artikel tidak signifikan), dan 8 artikel depresi (6 artikel berhubungan signifikan dan 2 artikel tidak siginifikan).
Copyrights © 2021