Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH STATUS GIZI DAN TONSILITIS KRONIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR Triastuti, N Juni; Rahman, Fachroni; Akbar, Muhammad Aji; Dasuki, Muhammad Shoim; Sintowati, Retno
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi belajar merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar dan kontinyu pada seseorang hingga akan megalami perubahan tingkah laku secara keseluruhan artinya perubahan yang senantiasa bertambah baik, apabila prestasi belajar seseorang menurun kemungkinan disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah tonsilitis kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi dan tonsilitis kronis dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan studi kasus kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 di SD Negeri 1 Karangasem Surakarta dengan sampel anak kelas 4 sampai kelas 6 sebanyak 55 anak. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-Square dan uji regresi linear ganda. Sejumlah 55 siswa sekolah dasar mengikuti penelitian ini dimana diantaranya terdapat 26 siswa yang menderita tonsillitis kronis dan 29 siswa tanpa tonsillitis kronis. Selain itu didapatkan data bahwa 30 siswa memiliki status gizi yang baik dan 25 diantaranya memiliki status gizi yang buruk. Berdasarkan hasil analisis uji Chi –Square didapatkan bahwa nilai p value =0,001 untuk pengaruh antara status gizi terhadap prestasi belajar siswa, sementara itu didapatkan pengaruh antara tonsilitis kronis terhadap prestasi belajar dengan nilai p value sebesar 0,000. Sedangkan nilai Chi Square untuk pengaruh antarastatus gizi terhadap tonsillitis didapatkan nilai p valuenya sebesar 0,000. Berdasarkan uji regresi linear ganda didapatkan nilai p<0,05 yang berarti bahwa status gizi dan tonsillitis secara bersama-sama dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Terdapat pengaruh antara status gizi dan tonsilitis kronis dengan prestasi belajar pada siswa sekolah dasar.Kata kunci: Status gizi, Tonsilitis Kronis, Prestasi Belajar
PERBEDAAN STATUS GIZI BAYI BERUMUR 4–6 BULAN PADA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN ASI NON EKSKLUSIF Dasuki, Muh. Shoim; Karuniawati, Mira Candra; Candrasari, Anika
Biomedika Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i1.3020

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia hanya 42%. Survey tahun 2013, menemukan sekitar 19,6% balita Indonesia menderita kekurangan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan status gizi bayi berumur 4–6 bulan yang diberikan ASI eksklusif dengan yang tidak diberikan ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sejumlah 80 bayi berusia 4-6 bulan diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara status gizi bayi berumur 4–6 bulan yang diberikan ASI eksklusif dengan yang tidak diberikan ASI eksklusif. Diperoleh dari 40 bayi yang diberikan ASI eksklusif mempunyai status gizi lebih baik dibandingkan dengan tidak berikan ASI eksklusif. Status gizi buruk lebih banyak ditemukan pada kelompok bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif. Terdapat perbedaan status gizi bayi berumur 4–6 bulan yang diberikan ASI eksklusif dengan yang tidak diberikan ASI eksklusif.Kata Kunci: ASI Eksklusif, ASI Non Eksklusif, status gizi
PENGARUH STATUS GIZI DAN TONSILITIS KRONIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR Triastuti, N Juni; Rahman, Fachroni; Akbar, Muhammad Aji; Dasuki, Muhammad Shoim; Sintowati, Retno
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v7i1.1671

Abstract

Prestasi belajar merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar dan kontinyu pada seseorang hingga akan megalami perubahan tingkah laku secara keseluruhan artinya perubahan yang senantiasa bertambah baik, apabila prestasi belajar seseorang menurun kemungkinan disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah tonsilitis kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi dan tonsilitis kronis dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan studi kasus kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 di SD Negeri 1 Karangasem Surakarta dengan sampel anak kelas 4 sampai kelas 6 sebanyak 55 anak. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-Square dan uji regresi linear ganda. Sejumlah 55 siswa sekolah dasar mengikuti penelitian ini dimana diantaranya terdapat 26 siswa yang menderita tonsillitis kronis dan 29 siswa tanpa tonsillitis kronis. Selain itu didapatkan data bahwa 30 siswa memiliki status gizi yang baik dan 25 diantaranya memiliki status gizi yang buruk. Berdasarkan hasil analisis uji Chi –Square didapatkan bahwa nilai p value =0,001 untuk pengaruh antara status gizi terhadap prestasi belajar siswa, sementara itu didapatkan pengaruh antara tonsilitis kronis terhadap prestasi belajar dengan nilai p value sebesar 0,000. Sedangkan nilai Chi Square untuk pengaruh antarastatus gizi terhadap tonsillitis didapatkan nilai p valuenya sebesar 0,000. Berdasarkan uji regresi linear ganda didapatkan nilai p<0,05 yang berarti bahwa status gizi dan tonsillitis secara bersama-sama dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Terdapat pengaruh antara status gizi dan tonsilitis kronis dengan prestasi belajar pada siswa sekolah dasar.Kata kunci: Status gizi, Tonsilitis Kronis, Prestasi Belajar
PERBEDAAN STATUS GIZI BAYI BERUMUR 4–6 BULAN PADA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN ASI NON EKSKLUSIF Muh. Shoim Dasuki; Mira Candra Karuniawati; Anika Candrasari
Biomedika Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i1.3020

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia hanya 42%. Survey tahun 2013, menemukan sekitar 19,6% balita Indonesia menderita kekurangan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan status gizi bayi berumur 4–6 bulan yang diberikan ASI eksklusif dengan yang tidak diberikan ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sejumlah 80 bayi berusia 4-6 bulan diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian didapatkan nilai p=0,000 (p0,05) yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara status gizi bayi berumur 4–6 bulan yang diberikan ASI eksklusif dengan yang tidak diberikan ASI eksklusif. Diperoleh dari 40 bayi yang diberikan ASI eksklusif mempunyai status gizi lebih baik dibandingkan dengan tidak berikan ASI eksklusif. Status gizi buruk lebih banyak ditemukan pada kelompok bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif. Terdapat perbedaan status gizi bayi berumur 4–6 bulan yang diberikan ASI eksklusif dengan yang tidak diberikan ASI eksklusif.Kata Kunci: ASI Eksklusif, ASI Non Eksklusif, status gizi
PENGARUH STATUS GIZI DAN TONSILITIS KRONIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR N Juni Triastuti; Fachroni Rahman; Muhammad Aji Akbar; Muhammad Shoim Dasuki; Retno Sintowati
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v7i1.1671

Abstract

Prestasi belajar merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar dan kontinyu pada seseorang hingga akan megalami perubahan tingkah laku secara keseluruhan artinya perubahan yang senantiasa bertambah baik, apabila prestasi belajar seseorang menurun kemungkinan disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah tonsilitis kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi dan tonsilitis kronis dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan studi kasus kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 di SD Negeri 1 Karangasem Surakarta dengan sampel anak kelas 4 sampai kelas 6 sebanyak 55 anak. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-Square dan uji regresi linear ganda. Sejumlah 55 siswa sekolah dasar mengikuti penelitian ini dimana diantaranya terdapat 26 siswa yang menderita tonsillitis kronis dan 29 siswa tanpa tonsillitis kronis. Selain itu didapatkan data bahwa 30 siswa memiliki status gizi yang baik dan 25 diantaranya memiliki status gizi yang buruk. Berdasarkan hasil analisis uji Chi –Square didapatkan bahwa nilai p value =0,001 untuk pengaruh antara status gizi terhadap prestasi belajar siswa, sementara itu didapatkan pengaruh antara tonsilitis kronis terhadap prestasi belajar dengan nilai p value sebesar 0,000. Sedangkan nilai Chi Square untuk pengaruh antarastatus gizi terhadap tonsillitis didapatkan nilai p valuenya sebesar 0,000. Berdasarkan uji regresi linear ganda didapatkan nilai p0,05 yang berarti bahwa status gizi dan tonsillitis secara bersama-sama dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Terdapat pengaruh antara status gizi dan tonsilitis kronis dengan prestasi belajar pada siswa sekolah dasar.Kata kunci: Status gizi, Tonsilitis Kronis, Prestasi Belajar
TINGKAT PENDIDIKAN DAN KEAKTIFAN KUNJUNGAN TERHADAP STATUS GIZI LANSIA Shofiana Fajrin Hanifa; Mohammad Shoim Dasuki; Burhannudin Ichan; Tri Agustina
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Herb-Medicine Journal Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v4i1.7844

Abstract

Jumlah populasi lansia selalu meningkat setiap tahunnya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kelompok usia ini berisiko mengalami gangguan gizi, baik malnutrisi, maupun obesitas. Angka kejadian malnutrisi dan obesitas pada lansia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Diduga tingkat pendidikan dan kehadiran ke posyandu akan mempengaruhi status gizi pada lansia.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan keaktifan kunjungan pada program Posyandu Lansia dengan status gizi lansia di Posyandu Gatak. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional yang melibatkan 62 orang lansia. Data diperoleh dengan pemeriksaan langsung dan dianalisis menggunakan metode Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lansia yang memiliki tingkat pendidikan tinggi memiliki status gizi lebih baik (p = 0,04; OR = 5,87), serta ditemukannya kecenderungan peningkatan status gizi seiring dengan peningkatan keaktifan kunjungan lansia (p = 0,01; OR = 5,82). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan keaktifan dengan status gizi lansia. Tingkat pendidikan dan keaktifan berkunjungan berhubungan dengan status gizi lansia
Asi Tidak Eksklusif Dan Imunisasi Tidak Lengkap Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Afrinda Graharani Sandra; Muhammad Shoim Dasuki; Tri Agustina; Nining Lestari
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 2 (2021): Vol 11, No 2 (Juni 2021)
Publisher : Stikes Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toddlers are the next generation of a nation so they need special attention. 155 million children under five in the world are stunted. In Indonesia, there are 3.9% short toddlers, 11.5% very short toddlers, 30.7% toddlers with non-exclusive breastfeeding, and 57.9% toddlers with incomplete immunizations. This study was to determine the relationship between exclusive breastfeeding and completeness of immunization with the incidence of stunting in toddlers. This study uses an observational research type with a case control design. Using secondary data by purposive sampling with a total sample of 140, consisting of 70 cases and 70 controls at the Karanganyar Public Health Center. Data were obtained from the toddler cohort and e-PPGBM (Community Based Nutrition Recording and Reporting Application). Data were analyzed using Chi Square test for breast milk variable p value <0.001 and immunization p value = 0.021. In the logistic regression test, non-exclusive breastfeeding was at risk of stunting with OR = 8.737 and p value <0.001. Incomplete immunization is at risk of stunting with OR = 7.320 and p value < 0.001.
Hubungan Pemberian ASI dan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Status Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan Aulia Nur Rokhmah; Burhanuddin Ichsan; Tri Agustina; Muhammad Shoim Dasuki
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 2 (2021): Vol 11, No 2 (Juni 2021)
Publisher : Stikes Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of the first 1000 days of life is a very important period for the improvement of nutrition and growth and development of children. The 2018 Kebumen District Health Profile states that 8% of toddlers with malnutrition, 33.05% of toddlers who do not get exclusive breastfeeding, and mothers of toddlers with malnutrition are mostly 60% primary school education, 20% junior high school and 20% high school education. . To analyze the relationship between exclusive breastfeeding and mother's education with the nutritional status of children under five in the first 1000 days of life. This research is an analytic observational study with a case control design. The instrument used in this study is secondary data by taking samples using purposive sampling technique as many as 117 samples at the Petanahan Health Center. In the bivariate analysis of Chi Square test, it was found that the ASI variable showed p value = 0.000 with OR = 21.991 and mother's education showed p = 0.000 with OR = 6.279. There is a relationship between exclusive breastfeeding and mother's education with the nutritional status of toddlers in the first 1000 days of life.
Perbandingan Efektivitas Ferric Carboxymaltose Dengan Ferrous Sulfate Sebagai Terapi Pasien Anemia Defisiensi Besi Pada Wanita Hamil Muhammad Nafi’ Rizqi Amanillah; Muhammad Shoim Dasuki; Sri Wahyu Basuki; Supanji Raharja
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 2 (2021): Vol 11, No 2 (Juni 2021)
Publisher : Stikes Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Iron deficiency anemia is still a global problem, especially in pregnant women and causes maternal death due to bleeding. This is because the need for iron increases and the food supply decreases due to improper diet and nutritional patterns before pregnancy and during pregnancy. Iron supplements are an alternative in overcoming this problem, supplements are divided into two options, namely oral and parenteral. Objective: To compare the effectiveness of Ferric carboxymaltose with Ferrous sulfate as a treatment for iron deficiency anemia in pregnant women in terms of increased hemoglobin and ferritin levels. Method: Systematic Review, this research was sourced from online databases, namely: PubMed, Science direct, Garuda ristekbrin, Google scholar and Research gate with the keywords: ("iron deficiency anemia in pregnancy" OR "Anemia Pregnancy" OR "iron-deficient gravidas" ) AND ("Ferric carboxymaltose" OR "FCM" OR "iron dextri-maltose") AND ("Ferrous sulfate" OR "Ferrous Sulphate" OR "ammonium ferrous sulfate"). The data in this study were analyzed in a narrative manner with data extraction containing: name of journal, author, year, research design, sample and results with a search time limit of 2015-2020. Summary of results: this study found that Ferric carboxymaltose gave more improvement than Ferrous sulfate in terms of increasing hemoglobin and ferritin levels. Conclusion: The final result of this systematic review study is that Ferric carboxymaltose is more effective than Ferrous sulfate for the management of iron deficiency anemia in pregnant women in terms of increasing hemoglobin and ferritin levels.
ASI Eksklusif Sebagai Faktor Protektif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 24-59 Bulan Rafika Surya Putra Pratama; Mohammad Shoim Dasuki; Tri Agustina; Siti Soekiswati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.748

Abstract

Introduction: Stunting is a nutritional problem that, until now, has been a concern and an issue that has not been able to be resolved. Exclusive breastfeeding is predicted to minimize the risk of stunting because exclusive breastfeeding contains immune components, antibodies and calcium, and nutrients needed by babies. Objective: To analyze the effect of exclusive breastfeeding on the incidence of stunting in children aged 24-59 months. Method: A literature review using PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) for data extraction. The databases used include Google Scholar, Science direct, and Pubmed. And Sage Journals using the keywords (“Exclusive Breastfeeding” OR Breastfeeding OR “Breastfed”) AND (Stunting OR “Growth Disorder” OR “Stunted Growth”) AND Toddler. Results: Extraction obtained 16 articles were analyzed. Conclusion: Exclusive breastfeeding for toddlers 24-59 months can be a protective factor against stunting, while non-exclusive breastfeeding can be a risk factor for toddlers experiencing stunting