Pendahuluan: penyakit kardiovaskuler telah menjadi masalah kesehatan global dan nasional, dimana hipertensi dan obesitas menjadi factor contributor utama. Rokok di Indonesia masih menjadi lima besar komoditas belanja rumah tangga. Belum banyak digali bagaimana pengaruh rokok terhadap tekanan darah dan obesitas. Tujuan: mengevaluasi pengaruh rokok terhadap tekanan darah, indeks masa tubuh dan rasio lingkar pinggang / panggul. Metode: studi potong lintang yang melibatkan anggota keluarga / tetangga dekat mahasiswa FKUMS dalam program Field Lab dengan tetap menegakkan protocol kesehatan di bulan November 2020. Data yang dikumpulkan meliputi data demografi, antropometri dan tekanan darah. Hasil: sebanyak 435 responden secara sukarela mengikuti penelitian ini. Dari analisis bivariat didapatkan rerata [SD] tekanan darah sistolik, diastolic, indeks masa tubuh dan rasio lingkar pinggang/panggul antara perokok vs non-perokok secara berurutan: 125.06[15.31] vs 118.92 [14.51] mmHg; p=0.000; 83.11[8.91]vs80.01[9.65] mmHg; p=0.010; 24.81[3.88] vs 23.95[4.16] kg/m2; p=0.106; 0.92[0.09] vs 0.89[0.08]; p=0.001. Simpulan: merokok berpengaruh dalam meningkatkan tekanan darah sistolik dan diastolic serta rasio lingkar pinggang/panggul, tetapi tidak dengan indeks masa tubuh.
Copyrights © 2022