Tulisan ini bertujuan untuk meninjau pandangan teologis mengenai pemuridan terhadap generasi Z di era digital di Gereja Toraja Jemaat Pison Pongsamelung Klasis Lamasi. Pemuridan terhadap pemuda generasi Z di jemaat Pison Pongsamelung perlu dilakukan supaya dapat menambah wawasan tentang arti kedewasaan rohani, membina sebuah kelompok, memuridkan ulang dan dapat bertanggung jawab agar pengaruh era digital sekarang ini tidak menganggu kerohanian pemuda. Berdasarkan jenis penelitian maka penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data diperoleh dari informan selama penelitian lapangan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuridan terhadap generasi Z belum terlaksana dikarenakan proses penginjilan, pembinaan, pelipatgandaan, dan pengutusan yang menjadi indikator dalam pemuridan ternyata belum diterapkan oleh jemaat. Ada kegiatan kerohanian jemaat menyediakan pemateri dalam kegiatan tersebut untuk lebih membekali pemuda. Pemuridan bisa berjalan dengan adanya pemuda kelompok serta dalam proses pemuridan itu tidak terlalu formal, serta dalam pemuridan tersebut dapat membentuk ulang sifat dan karakter pemuda, agar dapat dewasa dalam rohani dan memiliki pandangan yang lebih baik.
Copyrights © 2023