Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelafalan bunyi konsonan hambat /d/ pada partikel ~de oleh pemelajar bahasa Jepang yang merupakan penutur asli bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian studi kasus. Data yang digunakan yaitu 1 rekaman suara penutur asli bahasa Jepang dan 10 rekaman suara responden pada saat melafalkan sebuah kalimat yang memuat partikel ~de. Audio rekaman dianalisis menggunakan Praat sebagai aspek fonetik akustik untuk mengetahui segmentasi bunyi yang dihasilkan dari bunyi konsonan hambat /d/, kemudian dibandingkan dengan bunyi yang dihasilkan oleh penutur asli bahasa Jepang. Hasil analisis Praat menunjukkan bahwa lebih banyak siswa yang masih berkecenderungan membawa logat bahasa ibu. Hal ini dibuktikan melalui adanya perbedaan hasil segmentasi bunyi antara pelafalan penutur asli bahasa Jepang dan responden yang terlihat pada spektogram. Pada hasil analisis Praat rekaman responden ditemukan adanya durasi heisa yang lebih panjang yaitu 77 ms, sedangkan durasi heisa pada pelafalan penutur asli bahasa Jepang 34 ms. Selain itu, rekaman responden menghasilkan intensitas getaran yang lebih pekat pada saat meletupkan bunyi /d/ sehingga menghasilkan bunyi konsonan hambat plosif /dh/ yang dilafalkan lebih dalam dan tebal.
Copyrights © 2023