Stunting adalah kondisi dimana kekurangan gizi kronis yang terjadi saat periode kritis yaitu dari usia 0-59 bulan (Periode 1000 hari pertama kehidupan), dimana perhitungannya adalah tinggi badan menurut umur yang berada di bawah minus 2 standar deviasi (≤2ð‘†ð·) dari standar median WHO. Salah satu faktor yang penting terjadinya stunting merupakan pola asuh dari keluarga. Peranan polah asuh terutama dari ibu dapat ditentukan dari sikap dan pengetahuan ibu yang mampu membentuk perilaku pola asuh terhadap anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap kejadian stunting pada anak baru masuk sekolah dasar. kurangnya pengetahuan orang tua akan saat memberikan asupan gizi anak. Sehingga perlu dilakukannya pencegahan masalah pada anak stunting dengan cara memberikan pemahaman terhadap masyarakat dalam memutus tingginya angka stunting di Podomoro, Pringsewu. Metode yang digunakan adalah studi cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 45 anak yang baru masuk sekolah dasar usia 6-7 tahun di desa Podosari, Kab. Pringsewu. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan angka kejadian stunting pada anak baru masuk sekolah dasar sebesar 15,8%, sebagian besar ibu memiliki tingkat sikap positif (51,2%) dan tingkat pengetahuan yang cukup (44,7%). Berdasarkan analisis bivariat antara sikap dan kejadian stunting diketahui nilai p
Copyrights © 2023