Hidrometalurgi dapat diartikan sebagai cara pengolahan logam dari batuan atau bijihnya dengan menggunakan pelarut berair (aqueous solution), atau secara detailnya hidrometalurgi adalah suatu proses dalam pekerjaan metalurgi dimana dilakukan pemakaian suatu zat kimia yang cair untuk dapat melarutkan suatu partikel tertentu. Salah satu tahapan yang penting dalam jalur proses hidrometalurgi adalah proses Leaching atau pelindian. Pada penelitian ini dilakukan proses pelindian bijih mangan yang diperoleh dari Desa Kumbewaha, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton. Dimana kadar mangan (Mn) 60,89% dan kadar besi (Fe) 0,83%. Pada tahap pelindian ini diawali dengan melakukan preparasi bijih mangan dengan mereduksi ukuran hingga diperoleh 200 mesh. Pelindian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan larutan asam sulfat (H2SO4), dengan variasi konsentrasi larutan 4%, 6%, 8%, 10%, persen solid pelindian 5%, 10%, 15%, 20%, temperatur pelindian 70ºC, 80ºC, 90ºC, 100ºC dan waktu pelindian selama 180 menit dengan molases 50g/l. Hasi penelitian menunjukan persentase perolehan Mn tertinggi yaitu 91,33% diperoleh pada konsentrasi asam 10%, persen solid 20%, temperatur 100ºC dan waktu pelindian 180 menit sedangkan persentase perolehan Fe tertinggi yaitu 80,01% diperoleh pada konsentrasi asam 10%, persen solid 20%, temperatur 100ºC dan waktu 180 menit
Copyrights © 2023