Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kembali penggunaan metode studi kasus dalam proses pembelajaran di sekolah pinggiran. Penelitian ini memberikan manfaat secara praktis pada guru untuk mendesain pembelajaran secara kontekstual dan memberikan data untuk membuat kebijakan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan subjek guru matematika di sekolah Pinggiran dengan jumlah siswa sebanyak 27. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitaif dengan instrumen wawancara, observasi dan tes. Data berupa angka dianalisis dengan statistik sederhana kemudian hasilnya di analisis lebih lanjut disandingkan dengan data kualitatif yang ada direduksi dan dimunculkan pernyataan hasilnya lalu dibuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode studi kasus mampu memberikan perubahan pada proses pembelajaran di Sekolah yang secara input siswa berada di level menengah ke bawah. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan aktivitas pembelajaran siswa mencapai 81,2% dan aktivitas mengajar guru mencapai 83,3%. untuk hasil tes pembelajaran membuktikan adanya peningkatan dari 41,38% pada saat pratindakan, menjadi 68,96% siklus pertama dan 93,10% pada saat siklus II.
Copyrights © 2023