DKI Jakarta berdasarkan data BPS tahun 2022 menduduki peringkat pertama provinsi dengan jumlah usaha kuliner terbanyak di Indonesia dengan total 5.159 usaha pada tahun 2020. Para pelaku bisnis ditantang untuk menciptakan sesuatu yang unik sehingga konsumen dapat membedakan ciri khas tersebut dengan para pesaing. Untuk itu diperlukan strategi pemasaran yang mumpuni untuk dapat memenangkan persaingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan Nasi Uduk Remaja H. Toha Cikini Jakarta Pusat berdasarkan analisis SWOT. Jenis data yang digunakan adalah data primer yaitu dengan cara mengambil data secara langsung terhadap objek dan subjek penelitian. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder dari studi kepustakaan dan jurnal terdahulu yang berkaitan dengan analisis SWOT serta literasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah faktor internal yang terdiri faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Nasi Uduk Remaja H. Toha Cikini, Jakarta Pusat dan faktor eksternal yang terdiri dari peluang dan ancaman yang dimiliki oleh Nasi Uduk Remaja H. Toha Cikini Jakarta Pusat. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan melakukan analisis SWOT menggunakan matriks IFE (Internal Factor Evaluation) matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation. Skor untuk faktor kekuatan 3,08, skor untuk faktor kelemahan 0,25 jadi selisih dari kedua nilai tersebut 2,83. Sedangkan skor faktor peluang 3,23 dan skor faktor ancaman 0,26 jadi selisih dari kedua nilai tersebut adalah 2,97. Nilai-nilai selisih tersebut membentuk titik koordinat yaitu (2,83:2,97) sehingga perusahaan berada pada kuadran I. Hal ini sangat menguntungkan bagi perusahaan dalam meningkatkan daya saingnya karena mendukung pertumbuhan yang agresif (growth-oriented strategy). Strategi yang mendukung pertumbuhan kebijakan agresif ini dapat dilakukan dengan menerapkan strategi penetrasi pasar (market penetration) dan pengembangan pasar (Market development).
Copyrights © 2023