Paper ini hadir untuk membaca pemikiran sosial politik Anis Matta, tokoh sentral berdirinya Partai Gelombang Rakyat Indonesia (GELORA), khususnya dalam konteks memaknai perubahan pemikiran Anis Matta dalam platform partai GELORA sebagai partai moderat dan terbuka. Pisau analisis yang penulis gunakan adalah teori dekonstruksi Jacques Derrida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anis Matta adalah tokoh politik dekonsntruksianis yang berani merombak gaya inklusif, feodalisme dan senioritas yang mengakar di PKS selama ini. Meski dengan resiko disingkirkan dari kepengurusan partai. Menurut Anis Matta Pergulatan mencari sistem tidak akan pernah berujung dengan pilihan benar-salah, tetapi akan berhenti sementara pada suatu titik dimana kita menemukan kesesuaian dan kecocokan sistem itu, dan akan terus mengalamai penyesuaian. Partai GELORA yang didirikan oleh Anis Matta adalah manifestasi pemikirannya yang telah lama ia cita-citakan. Membangun sebuah partai yang menggabungkan kekuatan Islam dan keterbukaan. Bacaan Anis Matta bahwa sebuah partai tidak akan besar apabila bertahan dengan konservatisme agama. Cara-cara berpartai seperti itu sudah tak relevan lagi hidup di era disrupsi. Mengantarkan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia menjadi cita-cita dari narasi Arah Baru Indonesia (ABI) yang digagasnya. Dan buku Gelombang Ketiga Indonesia menjadi referensi ide dan gagasannya untuk memberi Arah Baru bagi Indonesia. Hasil penelusuran juga menunjukkan bahwa konflik internal di PKS mempercepat lahirnya partai GELORA yang merupakam metamorfosa dari ide ABI yang digagas oleh Anis Matta saat masih aktif sebagai pengurus di PKS.
Copyrights © 2023