Dalam fenomena dunia Islam kontemporer, sikap dalam beragama melahirkan dua kutub yang saling tarik menarik antara ekstrem kanan (radikalis) serta ekstrem kiri (liberalis). Dalam upaya membebaskan umat dari dua macam sikap beragama tersebut, kemudian dimunculkanlah upaya moderasi yang menyusul terkenal dengan sebutan wasathiyah. Perbedaan perspektif mengenai wasathiyyah juga terjadi di kalangan cendikiawan muslim. Oleh karena demikian, artikel ini akan membahas tentang persamaan dan perbedaan dalam memahami wasathiyyah menurut Sayyid Qutb dalam tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an dan Muhammad Sayyid Thanhawi dalam tafsir Al-Wasith. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif-analisis dengan jenis penelitian kualitatif. Hasil dari artikel ini mengungkapkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan dalam memahami wasathiyyah dalam pandangan Sayyid Qutb juga Sayyid Thanthawi. Di mana persamaan dan perbedaan tersebut membangun sebuah paradigma baru dari gabungan keduanya.
Copyrights © 2023