Pada area stockpile PT Adaro Indonesia Site Kelanis, untuk menunjang kegiatan penumpukan batubara dan mendukung proses pengapalan batubara diperlukan peran alat berat yaitu bulldozer. Namun tidak adanya target produksi menjadi kendala karena tidak ada acuan untuk mengetahui kegiatan stockpiling sudah produktif atau belum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis faktor-faktor produktivitas seperti efisiensi kerja, cycle time dan jarak dorong bulldozer secara aktual. Berdasarkan data aktual, didapatkan efisiensi kerja dan produktivitas bulldozer dari setiap jarak dorong 10m efisiensi kerja 81,08% produktivitas 996,00m3/Jam, 20m efisiensi kerja 78,25% produktivitas 629,78m3/Jam, 30m efisiensi kerja 83,65% produktivitas 492,20m3/Jam, 40m efisiensi kerja 90,88% produktivitas 410,54m3/Jam, 50 meter efisiensi kerja 96,41% produktivitas 339,23m3/Jam dan 60m efisiensi kerja 88,65% produktivitas 238,74m3/Jam. Dengan banyaknya waktu hambatan yang bisa dimanfaatkan untuk tetap bekerja, maka efisiensi kerja dan produktivitas bulldozer bisa dioptimalkan dengan cara memperbaiki waktu hambatan yang bisa dihindari pada jarak 10-50m. Didapatkan hasil perbaikan 10m efisiensi kerja 83,36% produktivitas 1027,30m3/Jam, 20m efisiensi kerja 87,93% produktivitas 707,66m3/Jam, 30m efisiensi kerja 88,39% produktivitas 520,10m3/Jam, 40m efisiensi kerja 97,34% produktivitas 439,74m3/Jam, dan 50m efisiensi kerja 97,65% dengan produktivitas 343,59m3/Jam.
Copyrights © 2023