Perawat yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu profesional yang rentan untuk mengalami stres, lelah, dan perubahan emosi terlebih pada situasi pandemi COVID-19. Guna menghadapi hal tersebut, selain bertindak sebagai pemimpin, perawat struktural IGD memiliki peran penting dalam menurunkan gejala negatif tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengalaman perawat struktural dalam menghadapi pandemi COVID-19 pada IGD RS rujukan COVID-19 di Bali. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi dengan pendekatan postpositivism, yang dilaksanakan selama 4 bulan pada lima ruang IGD RS rujukan COVID-19 di Bali. Partisipan dipilih dengan teknik purposive sampling dan pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara semi terstruktur pada 8 partisipan perawat struktural IGD. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan perekaman suara dengan voice recorder dan handphone. Hasil analisis verbatim pada penelitian ini teridentifikasi empat tema utama yakni: Merawat pasien COVID-19 di IGD, Manajemen pelayanan IGD saat pandemi, Solidaritas tim IGD, Komunikasi efektif di IGD. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa selama pandemi COVID-19 berlangsung, terjadi perubahan manajemen pelayanan yang disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kebijakan dari manajemen RS rujukan COVID-19. Adanya perubahan tersebut membuat perawat struktural harus bisa beradaptasi dan memberikan contoh kepada timnya dalam memberikan pelayanan pada situasi luar biasa. Untuk mempertahankan solidaritas tim pelayanan, perawat struktural menjadi teladan untuk memotivasi anggota tim perawat di IGD dengan mempertahankan komunikasi efektif.
Copyrights © 2023