Fraktur atau patah tulang menjadi masalah muskuloskeletal yang paling banyak disebabkan karena cedera traumatis pada tulang. Fraktur menyebabkan sensasi rasa nyeri pada pasien sebelum maupun setelah pembedahan. Pemberian terapi non-farmakologi berupa teknik relaksasi nafas bertujuan untuk mengoptimalkan asuhan keperawatan kepada pasien fraktur dengan mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien selain menggunakan teknik farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur mengenai teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri post-operatif pada pasien fraktur. Desain penelitian ini adalah studi literatur menggunakan database Google Scholar dan ScienceDirect. Kriteria inklusi yang digunakan yaitu pasien fraktur; desain penelitian eksperimen, artikel penelitian yang membahas terkait fraktur, latihan nafas dalam, dan nyeri; menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris; dapat diakses full-text; dan tahun publikasi 2018-2022. Proses pencarian dan pemilihan artikel menggunakan metode prisma flow diagram systematic literature review yang selanjutnya dikategorikan berdasarkan levels of evidence. Berdasarkan hasil analisis artikel penelitian menggunakan JBI Critical Appraisal Tools didapatkan bahwa teknik relaksasi nafas dalam dapat membantu mengurangi nyeri post-operatif pada pasien fraktur. Satu jurnal teknik relaksasi nafas dalam dikombinasikan dengan range of motion, dua artikel dikombinasikan dengan terapi musik, dan tiga artikel hanya diberikan teknik relaksasi nafas dalam. Empat artikel menggunakan desain penelitian quasi-experimental (level 2.c). Tiga artikel menggunakan desain penelitian pre-experimental (level 2.d). Teknik relaksasi nafas dalam menjadi salah satu terapi non-farmakologi yang dapat membantu mengurangi nyeri post-operatif pada pasien dengan fraktur.
Copyrights © 2023