Kesehatan reproduksi remaja menjadi perhatian khusus karena beberapa alasan, seperti kekerasan seksual, infeksi penyakit menular seperti HIV dan AIDS, aborsi ilegal, dan kehamilan tidak diinginkan. Data DP3A Sulteng sampai September 2022 mencatat sekitar 333 kasus kekerasan seksual, terdiri 231 kekerasan pada anak dan 103 kasus kekerasan pada perempuan. Pendidikan kesehatan reproduksi pada masa remaja menjadi salah satu langkah untuk pencegahan remaja untuk menanggulangi perilaku seksual berisiko. Pemilihan lokasi didasarkan bahwa SMP Negeri 3 Sindue belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Tujuan pengabdian ini, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan dalan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah pendidikan kesehatan. Hasil dari pengabdian ini menunjukan ada penambahan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja sehingga siswa-sisiwi dapat memahami masalah kesehatan reproduksi pada remaja serta dapat mencegah perilaku seksual berisiko. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Reproduksi Remaja, Kekerasan Seksual
Copyrights © 2023