Kelompok petani cabe loker masih memiliki keterbatasan dalam melakukan proses produksi dan pemasaran, yang masih dilakukan secara manual dengan dititipkan pada toko-toko yang menjual pupuk serta bibit tanaman. Sementara, berdasarkan teori, pemasaran memegang peranan penting bagi perusahaan(1), dimana semua kegiatan menerapkan inovasi baik dalam pemasaran maupun keuangan, namun kelompok tani ini belum mampu mengembangkan usahanya, akibatnya kesejahteraan keluarga belum memadai yang disebabkan hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan tenaga dan modal yang dikeluarkan. Penyebabnya adalah karena belum adanya sentuhan teknologi sederhana dalam kegiatan mereka dalam pengelolaan produk yang masih seadanya dan pemasaran yang dilakukan masih menitipkan ke toko-toko, serta dari kunjungan ke tempat pembuatannya. Informasi mengenai produk tersebut belum tersebar, serta belum adanya merk, sehingga apabila dibawa keluar dari Kabupaten Kerinci maka daerah lain dapat mengakui cabe daerah produksi mereka. Dari fenomena tersebut, maka tujuan PMP ini adalah memberi edukasi kepada kelompok tani mengenai proses produksi yang sesuai starndar (prosedur kerja, proses kerja yang aman dan bersih/steril), serta cara menghitung harga bibit dan melakukan strategi pemasaran berbasis online. Sehingga ditetapkan bersama antara Tim PMP yang terdiri dari 3 kepakaran berbeda (Manajemen, Teknologi Komputer, dan Ilmu ekonomi) dan Mitra, dimana ada 2 masalah utama yakni masalah produk dan masalah pemasaran, serta manajemen keuangan. Solusi yang ditawarkan adalah SOP terkait proses produksi, cara melakukan promosi online melalui media sosial, dan cara pengalokasian keuangan pada setiap tahap kegiatan. Adapun luarannya berupa peningkatan pengetahuan petani, jurnal nasional (https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb), video kegiatan dan berita di koran online
Copyrights © 2023