JPS
Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Sejarah Terbitan Bulan Mei 2023

PERAN DAN FUNGSI PERANGKAT / PEJABAT KESULTANAN BUTON PADA ABAD KE-20

Mansyur, Munawir (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2023

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah : 1) latar belakang adanya pejabat kesultanan buton pada abad ke-20; 2) bagaimana peran dan fungsi pejabat kesultanan buton pada abad ke-20; Tujuan penelitian ini adalah: 1)untuk menjelaskan latar belakang adanya pejabat kesultanan buton pada abad k-20; 2) untuk mengetahui peran dan fungsi pejabat kesultanan buton pada abad ke-20; Peneltian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan analisis deskiptif kualitatif. Dari Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Latar belakang adanya pejabat kesultanan buton pada abad ke-20 yaitu Deskripsi tentang wilayah kekuasaan Buton dalam konstruksi kolonial secara jelas baru dapat diketahui dalam abad ke-19 yakni mencakupi pulau Muna, yang dimana Muna adalah Pangsane atau Pancano yang diberikan oleh orang Ternate dan orang Buton menyebutnya sebagai daerah Pancana. Perangkat atau pejabat kesultanan buton yang dimaksudkan yaitu Pembagian kelompok di majelis yang diatur dalam UU yang disebut Tutura ini adalah sebagai berikut: Eksekutif = Sara Pangka; Legislatif = Sara Gau; Yudikatif = Sara Bitara. Ada 114 anggota majelis Sara buton yang terdiri dari 3 fraksi; Fraksi rakyat = Beranggotakan 30 menteri/bonto ditambah 2 menteri besar yang juga mewakili pemukiman-pemukiman di wilayah Buton; Fraksi pemerintahan = Pangka, Bobato, lakina Kadie yang mewakili pemerintahan.;Fraksi Agama = Diwakili oleh pejabat lingkungan sarakidina/sarana hukumu yang berkonsentrasi di masjid agung kesultanan Buton. Wilayah Kesultanan meliputi pulau Buton secara keseluruhan, pulau Muna bagian selatan, kepulauan Tukang Besi, pula Wawonii dan Jazirah Tenggara daratan pulau Sulawesi. Undang-undang "Murtabat Tujuh Kesultanan Buton" ditetapkan sejak tahun 1610 di masa pemerintahan Sultan Dayanu Iksanuddin (1579- 1631). Undang-undang tersebut mengenal tiga tingkatan pemerintahan.2) Dalam sejarah kesultanan Buton dari zaman Sultan dayanu ikhsanuddin (La Elangi) sampai dengan zaman pemerintahan Sultan Falihi bahwa dijelaskan perangkat atau pejabat kesultanan buton sampai dengan pada abad ke-20 yaitu mempunyai peran dan fungsi sebagai berikut :1) Sultan; 2) Pasopitumatana; 3) Siolimbona; 4) Sarana Hukumu dan beberapa pejabat penting yang ada di dalam sistem pemerintahan kesultanan Buton. Dari kesemua perangkat atau pejabat kesultanan buton dari zaman La Elangi sampai dengan Sultan Falihi tentunya masih mempunyai peran dan fungsi yang sama sampai sekarang ini.

Copyrights © 2023






Journal Info
JPS

Abbrev

sejarah

Publisher

Subject

Arts Library & Information Science Social Sciences Other

Description

Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan mengkaji berbagai hal diantaranya kajian tentang kebudayaan, sejarah, dan penelitian tindakan kelas. Lembaga Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November). Redaksi menerima dari staf pengajar (guru dan dosen), ...