Diabetes Melitus (DM) ialah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dikarenakan adanya gangguan sekresi atau efek kerja insulin. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menampilkan jika prevalensi penderita diabetes akan meningkat diangka 7,3% di tahun 2018 dari 6,9% di tahun 2013. Jika tidak ditangani dengan benar maka penderita Diabetes Melitus tipe II diprediksi akan meningkat hingga 21,3 juta jiwa pada 2040. Penelitian ini adalah penelitian non-eksperimen. Data dikumpulkan secara retrospektif serta dianalisis dengan cara deskriptif. Teknik sampling yang dipakai ialah purposive sampling. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan obat antidiabetik mencakup tepat pasien, tepat obat, tepat dosis yang dikelompokan berdasar umur, jenis kelamin, diagnosa, menurut data rekam medis pasien diabetes melitus tipe II. Data yang didapat dibandingkan menggunakan standar PERKENI 2019. Data sampel dari 120 pasien menerangkan bahwa obat antidiabetik yang digunakan terhadap pasien DM tipe II di Puskesmas Larangan Utara Kota Tangerang Periode Juni-Desember 2020, golongan obat antidiabetes yang diberikan ialah golongan biguanid yaitu metformin sebanyak 60 pasien (50%), golongan sulfonilurea yaitu glimepiride sebanyak 9 pasien (7,5%), glibenclamide sebanyak 5 pasien (4,16%), kombinasi metformin+glimepiride sebanyak 25 pasien (20,83%), kombinasi metformin+glibenclamide sebanyak 21 pasien (17,51%). Penilaian ketepatan dari pemakaian obat antidiabetes pada pasien terdapat tepat pasien sebanyak 120 pasien (100%), tepat indikasi sebanyak 120 pasien (100%), tepat dosis sebanyak 117 pasien (97,5%), dan tidak tepat dosis sebanyak 3 pasien (2,5%).
Copyrights © 2023