Untuk menghadirkan gagasan-gagasan baru di bidang sunnah dan hadits serta mengikuti perkembangan zaman, para intelektual di bidang metodologi kajian Al-Qur'an dan hadits harus terusmengembangkan metodologinya. Fazlur Rahman adalah salah satu filosof dan cendekiawan muslimyang meneliti bagaimana Alquran dimaknai. Sunnah dan hadis Nabi SAW yang dimaknai oleh mayoritas umat Islam sebagai ilustrasi ucapan, perbuatan, dan persetujuannya terhadap perilaku (taqrir) orang lain, harus senantiasa dipahami secara dinamis dan bersemangat. Ketika sunnah Nabi SAW dipandang sebagai ijtihad beliau dalam memahami dan mengamalkan wahyu dan ajaran Allah SWT dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, menjadi kekuatan yang ampuh dalam mendorong terbentuknya dinamika kemajuan, inspirasi, dan inovasi. Sunnah Nabi, sebaliknya, akan dibatasi dalam literatur kuno yang akan menghambat perkembangan pola pikir umat Islam jika diterima dan diterjemahkan secara akurat. Kebangkitan pemikir Muslim liberal modern seperti Fazlur Rahman dari Pakistan telah menimbulkan perdebatan tersendiri di antara mereka yang mengikuti studi Islam. Salah satu intelektual yang terkait dengan neo-modernisme adalah Fazlur Rahman. Dia memiliki kaitan batin yang kuat ketika dia sampai pada masalah agama. Dia mengadopsi pendekatan yang berbeda ketika dia mengungkapkan dan mengembangkan gagasan sunnah dan hadits, yang merupakan jawaban dan semacam kritik terhadap keyakinan Muslim sebelumnya.
Copyrights © 2023