Latar Belakang: Setiap individu memiliki pola defekasi yang berbeda-beda, dimana pola defekasi dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya pola makan. Banyak kejadian di mana proses defekasi dapat menimbulkan gangguan konstipasi. Salah satu kelompok yang sering kali mengalami gangguan pola defekasi adalah kelompok lansia. Prevalensi konstipasi pada lansia di Indonesia yaitu 3,8% untuk usia 60–69 tahun dan 6,3% pada lansia di atas usia 70 tahun (Kemenkes RI, 2013). Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan pola defekasi pada lansia. Penelitian ini menggunakan adalah penelitian observasional dan menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini sebesar 54 lansia yang berusia 60-69 tahun dengan teknik random sampling yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa hubungan asupan serat dengan pola defekasi pada lansia (p=0,016), hubungan asupan cairan dengan pola defekasi pada lansia (p=0,005), hubungan asupan lemak dengan pola defekasi pada lansia (p=0,015). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan serat, asupan cairan, dan asupan lemak dengan pola defekasi pada lansia.
Copyrights © 2023