Tulisan ini membahas eksistensi cerita rakyat dan fungsinya dalam kehidupan masyarakat di Manggarai Timur yang kini semakin dilupakan terutama oleh para generasi mudanya. Karenanya penelitian ini dilakukan. Fokus kajiannya pada aspek isi salah satu cerita mitos yaitu Tiwu Inding yang dikaji secara tekstual dalam perspektif etnolinguistik dan foklor untuk mengungkap kebermaknaan cerita rakyat dalam fungsinya sebagai pedoman dalam kehdupan masyarakat pendukungnya yaitu masyarakat Manggarai Timur. Data diperoleh secara etnografi melalui metode simak-catat dan wawancara, serta didukung oleh studi kepustakaan. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan metode induktif. Temuan menunjukkan bahwa keberadaan cerita rakyat di Manggarai Timur memiliki berbagai versi cerita karena diwadahi oleh enam bahsa lokal yang berbeda yaitu bahasa Manggarai, Manus, Mbaen, Rongga, Rajong dan Kepo. Cerita rakyat tersebut memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat pemiiknya dalam fungsinya sebagai sarana hiburan, religius, pemersatu dan pemertahanan nilai budaya serta sebagai sarana kontrol sosial.
Copyrights © 2023