Pengolahan sumberdaya hasil pertanian dengan meningkatkan nilai tambah digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan perekonomian, seperti yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) ‘Vera Sejati’ yang mengolah lidah buaya menjadi makanan/ minuman olahan Aloe vera. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur biaya, penerimaan, keuntungan, dan mengetahui nilai tambah yang diperoleh dari olahan aloe vera di KWT ‘Vera Sejati’ Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul. Metode dasar yang digunakan yaitu deskriptif analitis. Responden penelitian ini adalah pemilik dan 2 orang karyawan. Metode yang digunakan sebagai alat analisis nilai tambah adalah dengan menggunakan Metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap Rp 50.166,67/bulan, biaya variabel Rp 1.463.200,00/bulan, sedangkan biaya total Rp 1.513.366,67/bulan. Total penerimaan yang diperoleh dari olahan aloe Vera adalah sebesar Rp 3.060.000,00/bulan, dan keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp 1.546.633,33/bulan. Nilai tambah yang diperoleh dari olahan aloe vera adalah sebesar Rp 44.443,29/kg dari bahan baku berupa lidah buaya sebesar 24 kg. Nilai tambah tersebut didapat dari hasil pengurangan nilai output yaitu sebesar Rp 131.443,29/kg dengan biaya input sebesar Rp 7.000,00/kg dan sumbangan input lain/ biaya penunjang sebesar Rp 80.000,00/kg. Ratio nilai tambah olahan aloe vera adalah 33,81%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tambah tersebut masih tergolong rendah karena masih dibawah 50%. Kata Kunci: Pengolahan, Aloe vera, Nilai Tambah
Copyrights © 2022