Bonggol nanas merupakan bagian nanas yang belum termanfaatkan secara optimal. Padahal bonggol nanas memiliki kandungan enzim bromelin terbanyak dari bagian nanas yang lain. Enzim bromelin adalah enzim proteolitik yang telah dibuktikan di berbagai penelitian memiliki efek penyembuhan luka sayat karena memiliki fungsi sebagai anti-inflamasi dan antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi paling baik dari ekstrak bonggol yang digunakan dalam pembuatan plester luka serta untuk mengetahui efektivitas Pinaplast dalam mengobati luka sayat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan sampel 10 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu perlakuan I (kontrol negatif) diberikan plester luka tanpa ekstrak bonggol nanas, perlakuan II (kontrol positif) diberikan povidone iodine, perlakuan III diberikan pinaplast konsentrasi 5%, perlakuan IV diberikan pinaplast konsentrasi 10%, dan perlakuan V diberikan pinaplast konsentrasi 15%. Pengamatan kondisi luka sayat dilakukan 10 hari. Pengambilan data dengan mendokumentasikan dan mencatat waktu penyembuhan luka sayat. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan waktu tercepat pada penyembuhan luka sayat. Dari hasil penelitian, perlakuan I memiliki rerata waktu penyembuhan luka terlama yaitu 6 hari. Perlakuan II memiliki rerata waktu 5 hari, perlakuan III selama 4,5 hari, perlakuan IV selama 3,5 hari dan perlakuan V merupakan perlakuan tercepat dalam penyembuhan luka yaitu dengan rerata 3 hari. Perlakuan ini lebih cepat dibanding perlakuan I dan II. Dapat disimpulkan bahwa formulasi paling baik dari ekstrak bonggol nanas yang digunakan dalam pembuatan plester luka adalah konsentrasi 15% sehingga disimpulkan juga bahwa pinaplast efektif dalam mempercepat penyembuhan luka sayat.
Copyrights © 2022