Transfusi darah merupakan pelayanan kesehatan yang sangat penting karena dapat menyelamatkan jiwa pasien. Pemberian transfusi darah memiliki resiko penularan penyakit infeksi menular lewat transfusi darah. Banyak orang yang beranggapan bahwa dirinya sehat saat ini dapat menjadi donor darah yang potensial, walaupun demikian penyakit yang baru saja sembuh atau penyakit di masa lalu dapat membatalkan pendonoran. Beberapa penyakit menular lewat transfusi darah yaitu Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS), Hepatitis C, Hepatitis B, Sifilis, dan Malaria. Salah satu upaya pengurangan penularan yaitu dengan melakukan uji saring dengan berbagai metode. Penyluhan ini dilakukan dengana metode ceramah di Lingkungan Pattitangngang, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Hasil penyuluhan yang dihadiri sebanyak 29 orang dan diperoleh bahwa kebanyakan masyarakat tidak mengetahui salah satu resiko dari transfusi darah yaitu dapat menularkan penyakit. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang infeksi menular lewat transfusi dara (IMLTD).
Copyrights © 2023