Keputusan pemerintah untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran tatap muka terbatas dikhawatirkan menimbulkan learning loss, yaitu hilangnya kesempatan anak untuk belajar secara efektif di sekolah yang menyebabkan menurunnya penguasaan kompetensi dan ketidaktercapaian student wellbeing. Hasil angket pembelajaran kimia selama pandemi menunjukkan pencapaian student wellbeing yang rendah, yaitu sebesar 46,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan 2D (Diagnostic Assessment – Differentiated Learning) terhadap peningkatan student wellbeing pada pembelajaran Kimia. Penelitian ini menerapkan asesmen diagnostik kognitif dan non kognitif sebelum pembelajaran. Diferensiasi pembelajaran yang dilakukan meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk pada materi Reaksi Redoks. Data yang diperoleh berupa hasil tes dan hasil angket respon siswa. Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan, ketuntasan belajar dari 52,9% menjadi 82,3%. Kemudian respon siswa terhadap ketercapaian student wellbeing meningkat dari 46,7% menjadi 87,5%. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan 2D (Diagnostic Assessment – Differentiated Learning) dapat meningkatkan student wellbeing pada pembelajaran Kimia.
Copyrights © 2023