Sometimes social media is used to insult and attack people who do not share the same faith or religion and spiritual understanding through religious narcissism. This article explains the meaning of Jesus' warning in Matthew 6:1 regarding religious activities as God's people's efforts to reject the phenomenon of religious narcissism on social media. Through the exegetical study method, the principle contained in Matthew 6:1 is not showing off and seeking human praise in carrying out religious or pious activities. Social media is an opportunity to show the existence of a believer's faith to bring others to repentance, not a place to show off piety.  AbstrakTerkadang media sosial digunakan untuk menghina dan menyerang orang yang tidak memiliki keyakinan atau agama serta pemahaman spiritual yang sama melalui perilaku narsisme beragama. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan makna teguran Yesus dalam Matius 6:1 tentang kegiatan agama sebagai upaya umat Tuhan menolak fenomena narsisme beragama di media sosial. Melalui metode studi hermeneutik, prinsip yang terkandung dalam Matius 6:1 adalah tidak pamer dan mencari pujian manusia dalam melakukan kegiatan agama atau kesalehan. Pada dasarnya, media sosial merupakan peluang untuk menunjukkan eksistensi iman orang percaya untuk membawa orang lain kepada pertobatan, bukan ajang pamer kesalehan.
Copyrights © 2023