Dalam kehidupan sejarah kesusastraan Bali di kenal adanya sastra Bali tradisional (kesusastraan Bali Purwa) dan kesusastraan bali modern (Kesusastraan Bali Anyar). Pembagian ini timbul sebagai akibat perkembangan dari kesusastraan budaya Bali. Sastra Bali tradisional dapat dibagi menjadi dua yakni, sastra Bali tradisional berbentuk tulisan dan sastra Bali tradisional berbentuk lisan. Dalam bentuk sastra tulis sebagian Geguritan. Sedangkan dalam bentuk sastra lisan dalam bahasa bali dinamakan satua. Di zaman modern seperti sekarang ini, kebudayaan mesatua sudah mulai ditinggalkan karena itu pengkajian serta pemahaman serta penghayatan terhadap nilai-nilai moral dan etika yang terdapat di dalam sastra-sastra lama hendaknya perlu digalakkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai ajaran Agama Hindu yang terkandung dalam satua Ni Tuwung Kuning. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah studi kepustakaan dengan obyek penelitiannya adalah buku karya tulis I Made Suastika yang berjudul “Tradisi Sastra Lisan (Satua) di Bali Kajian Bentuk, Fungsi dan Makna” yang diterbitkan oleh Pustaka Larasan Denpasar. Analisis data yang digunakan adalah analisis interpretatif atau penasfsiran. Data yang perlu ditafsir yaitu data tentang nilai aksiologi Hindu yang terkandung dalam Satua Ni Tuwung Kuning.
Copyrights © 2023