Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Vol. 1 (2021): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara

Makna Komersialisasi Kain Tenun Gringsing Desa Tenganan Karangasem Pada Era Globalisasi

Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi (ISI Denpasar)



Article Info

Publish Date
08 Nov 2021

Abstract

Pengaruh pariwisata, gaya hidup, dan budaya konsumerisme, menyebabkan kain tenun dobel ikat gringsing selain untuk upacara juga banyak diminati oleh wisatawan asing sebagai cinderamata. Selain itu kain gringsing banyak digunakan dalam dunia fashion. Beberapa desainer Indonesia ternama rancangan busananya terinspirasi dari kain tenun motif gringsing. Digunakan sebagai bahan dasar dalam busana rancangan dan diolah secara apik. Dalam rancangan busananya juga menggunakan bahan single ikat dengan motif tenun gringsing dan print gringsing yang tercetak di atas material organza maupun sutra. Perkembangan kain tenun dobel ikat gringsing saat ini banyak digunakan untuk acara pesta dan acara prewedding. Menandakan terjadinya perubahan dan adanya pergeseran nilai-nilai sakral menjadi profan untuk kepentingan ekonomi pasar. Komersialisasi kain tenun dobel ikat gringsing memiliki implikasi sosial, ekonomi, budaya dan makna, baik makna efisiensi, kreatifitas dan inovasi serta desakralisasi budaya. Kain tenun dobel ikat gringsing, Tenganan, Karangasem berfungsi sebagai media ritual dalam kegiatan adat-istiadat, agama, perkawinan yang bersifat sakral, dan keterampilan menenun diwarisi secara turun-temurun (habitus) dari nenek moyangnya. Globalisasi dan masuknya industri pariwisata berpengaruh pada perkembangan kain tenun dobel ikat gringsing. Perkembangan dilakukan dengan cara komodifikasi bentuk dan makna, sehingga tercipta produk dengan makna baru. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya komersialisasi kain tenun dobel ikat grinsing Tenganan, Karangasem pada era globalisasi. Untuk memahami bentuk komersialisasi kain tenun dobel ikat Gringsing Tenganan, Karangasem pada era globalisasi. Rancangan penelitian ini menggunakan motode kualitatif, menekankan pada deskripsi bersifat holistik dan mendalam tentang komersialisasi kain tenun dobel ikat gringsing Tenganan, Karangasem. Dalam penelitian ini fenomena komersialisasi kain tenun dobel ikat gringsing Tenganan, Karangasem dikaji atau dianalisis dari perspektif kajian budaya. Hal ini merupakan urgensi dari penelitian

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

bdw

Publisher

Subject

Arts

Description

Seminar Nasional Republik Seni Nusantara adalah sebuah forum akademis yang membahas berbagai aspek seni dan budaya Nusantara. Dalam prosiding ini, para peneliti dan akademisi berkumpul untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka mengenai seni dan budaya, dengan fokus khusus pada konteks Republik ...