Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif untuk mengevaluasi pemberian sesajen sebagai ekspresi spiritual dalam konteks keluarga bahagia, dengan merujuk pada perspektif Alquran dan hadis. Penelitian ini menelusuri dampak praktik pemberian sesajen terhadap kebahagiaan keluarga dan potensi perbuatan syirik dalam pandangan agama. Melalui wawancara mendalam dengan anggota keluarga yang terlibat dan analisis teks-teks Alquran serta hadis terkait, ditemukan bahwa praktik sesajen tidak secara signifikan berkontribusi pada kebahagiaan keluarga, dan dalam beberapa kasus, dapat menimbulkan disharmoni. Perspektif Alquran mengajarkan pentingnya ketulusan dalam beribadah, sementara hadis menyoroti makna pengorbanan dan kasih sayang dalam konteks keluarga. Namun, ditemukan juga pandangan bahwa sesajen dapat mencerminkan perbuatan syirik, melampaui batasan penyembahan hanya kepada Allah. Meskipun pandangan ini tidak merata, namun menunjukkan keragaman dalam interpretasi. Oleh karena itu, dalam konteks pandangan Alquran dan hadis, pemberian sesajen perlu dievaluasi dalam ranah kebahagiaan keluarga dan kompatibilitas dengan nilai-nilai agama yang mendasar.
Copyrights © 2023