Berdasarkan hasil observasi guru kelas di hasilkan bahwa masih banyak siswa yang belum bisa mengerjakan soal pembagian bersusun. Selain itu, dalam pembelajaran pembagian bersusun guru belum pernah mengadakan diagnosis kesulitan belajar yang dialami siswa secara mendalam. Siswa dikatakan mengalami kesulitan belajar jika mendapatkan nilai rendah dalam penguasaan materi pembagian bersusun.Oleh karenanya guru kelas yang disini merupakan peneliti hendak meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika materi pembagian susun (porogapit) melalui model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini akan dilaksanakan di SDN 1 Selat. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancacara, Tes dan dokumentasi. Adapun hasil observasi siklus I di peroleh skor 181 artinya Motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika materi pembagian susun (porogapit) baik, dan jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 22 sedangkan Rata-rata kelas siklus I adalah 75,79. Hasil observasi motivasi belajar siswa pada siklus II menyebutkan bahwa ketertarikan siswa untuk mempelajari materi pembelajaran meningkat dibandingkan siklus sebelumnya sehingga dapat dikatakan siswa semakin terpemahaman dengan penggunaan model pembelajaran problem based learning oleh siswa. Adapun hasil observasi siklus II di peroleh skor 220 artinya Motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika materi pembagian susun (porogapit) sangat baik, dan jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 28 sedangkan Rata-rata kelas siklus II adalah 80,48, artinya penggunaan Model pembelajaran problem based learning mampu meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika materi pembagian susun (porogapit).
Copyrights © 2023