Penelitian dengan metode gravitasi dapat dilakukan menggunakan data primer maupun data sekunder. Data sekunder gravitasi berguna untuk survei pendahuluan pada target geologi yang besar atau sulit dijangkau di lapangan. Data sekunder gravitasi GGMplus merupakan data model gravitasi global yang memiliki resolusi sangat tinggi. Namun sebelum memanfaatkan data sekunder gravitasi GGMplus untuk tujuan penelitian, perlu diketahui seberapa akurat data tersebut dibandingkan data pengukuran langsung di lapangan. Pada kajian ini penulis melakukan validasi melalui analisis deskriptif perbandingan data gravitasi GGMplus terhadap data gravitasi lapangan panas bumi Gunung Lawu dan data gravitasi stasiun referensi di Pulau Papua. Dari hasil analisis yang dilakukan diperoleh bahwa data gravitasi GGMplus mampu memberikan nilai anomali gravitasi dengan akurasi yang baik pada titik pengukuran yang berada pada lokasi dengan kontur topografi yang tidak kasar dan pada kondisi litologi yang tidak terlalu kompleks. Sedangkan pada lokasi titik pengukuran dengan kondisi sebaliknya, data gravitasi GGMplus memiliki keterbatasan untuk menangkap anomali yang dangkal atau anomali dari struktur yang terlalu lokal.
Copyrights © 2023