JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA
Vol. 1 No. 1 (2019): April 2019

PENYULUHAN FAKTOR RISIKO TB PARU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017

wuri Hidayani (STIKes Respati Tasikmalaya)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2019

Abstract

Tuberkulosis Paru (TB) paru merupakan penyakit kronis dengan agent Mycobacterium tuberculosis yang terus mengalami peningkatan kasus karena penularannya dari droplet penderita melalui udara. World Health Organization (WHO) merumuskan TB sebagai kegawatdaruratan dunia (Global Emergency). Hal ini disebabkan oleh adanya epidemi Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Selain itu juga adanya resisten berbagai obat (Depkes, 2009). Menurut WHO tahun 2011 menyatakan bahwa prevalensi TB paru diperkirakan dengan total penderita adalah 660.000 penderita per tahun, sedangkan insidensi TB paru diestimasikan sebesar 430.000 kasus baru per tahun. Estimasi kematian akibat TB paru di dunia adalah 61.000 kematian per tahunnya. Berdasarkan laporan tahunan World Health Organization (WHO) disimpulkan bahwa ada 22 negara dengan kategori beban tinggi terhadap TB (high Burden of TBC Number). Sebanyak 8,9 juta penderita TB dengan proporsi 80% pada 22 negara berkembang dengan kematian 3 juta orang per tahun dan 1 orang dapat terinfeksi TB setiap detik. Indonesia sekarang berada pada ranking kelima negara dengan beban TB tertinggi di dunia (WHO, 2010). Menurut WHO tahun 2014 menyatakan bahwa terdapat 9,6 juta penduduk dunia terinfeksi TB paru. Berdasarkan laporan Depkes RI tahun 2008 menyatakan bahwa prevalensi TB paru yang paling terbanyak adalah Indonesia bagian timur sebesar 44%, pada peringkat kedua adalah Indonesia bagian barat yaitu di wilayah Sumatera sebesar 33%, di wilayah Jawa dan Bali sebesar 23%. Di provinsi Jawa Barat prevalensi TB paru sebesar 0,7%. Prevalensi TB paru di Provinsi Jawa Barat terus mengalami kenaikan kasus. Menurut Profil Kesehatan Jawa Barat tahun 2012 menyatakan bahwa Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah kasus TB paru dan diobati sebanyak 1.088 penderita, angka kesembuhan TB paru pada penduduk laki-laki dan perempuan sebanyak 995 penduduk atau sebesar 91,45%. Angka pengobatan lengkap TB paru pada laki-laki dan perempuan sebanyak 29 orang atau sebesar 2,67 %, dengan angka kesuksesan (Success Rate/SR) sebesar 94,12 %. Apabila dilihat dari angka pengobatan lengkap TB paru menunjukkan masih rendahnya kesadaran penderita TB paru dalam melakukan pengobatan lengkap. Berdasarkan data di bagian Surveilens Epidemiologi Puskesmas Singaparna tercatat ada 71 penderita TB paru pada tahun 2017. Berdasarkan permasalahan tersebut penulis tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat melalui kegiatan penyuluhan Faktor Risiko TB paru.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

abdimas

Publisher

Subject

Public Health

Description

Jurnal abdimas kesehatan Tasikmalaya merupakan wadah kegiatan publikasi yang diperoleh dari hasil kegiatan abdimas yang telah dilaksanakan oleh dosen perguruan tinggi kesehatan, tenaga kesehatan maupun mahasiswa dari perguruan tinggi kesehatan. Jurnal abdimas kesehatan Tasikmalaya terbit 2 kali ...