Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publication In-Press

Analisis Terhadap Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Mortalitas Pasien Sindrom Guillain-Barré Yang Dilakukan Plasmaferesis

Primta Bangun (Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran , Bandung, Indonesia)
Reza Widianto Sudjud (Departemen Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran/RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung)
Ardi Zulfariansyah (Departemen Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran/RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung)



Article Info

Publish Date
31 Oct 2023

Abstract

Latar Belakang: Guillain-Barré Syndrome (GBS) merupakan penyakit autoimun yang mengenai sistem saraftepi yang banyak ditemukan di dunia. Penyakit inimemiliki manifestasi berupa kelemahan, arefleksia ototsecara progresif dan dapat menyebabkan kelemahan pada otot-otot pernapasan. Hal ini menyebabkan penderitamembutuhkan bantuan ventilasi mekanik. AmericanSociety for Apheresis (ASFA) menyatakan pengobatan linipertama krisis Guillain-Barré Syndrome (GBS) fase akutadalah dengan pemberian Therapeutic Plasma Exchange/Plasmaferesis. Therapeutic Plasma Exchange merupakan prosedur yang relatif aman dan sudah seringdilakukan di General Intensive Care Unit (GICU) RumahSakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisisfaktor-faktor risiko yang berhubungan dengan mortalitaspasien GBS yang telah menjalani terapi plasmaferesis.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitikmultivariat dengan desain kasus kontrol yang dilakukanpada 55 sampel pasien GBS yang mendapatkan terapiplasmaferesis di GICU RSHS Bandung dan Rumah Sakit(RS) Bhayangkara Tingkat II Medan. Penelitian inibersifat retrospektif dengan mengambil data dari rekammedis serta menyajikan karateristik dasar subjek.Hasil: Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa diantarafaktor-faktor risiko yaitu usia, komorbid, dan lama penggunaan ventilasi mekanik, yang paling berhubungandengan mortalitas pasien GBS yang telah menjalani terapiplasmaferesis adalah faktor lamanya penggunaan ventilasimekanik >14 hari.Kesimpulan: Faktor risiko penggunaan mesin ventilasimekanis berkepanjangan (>14 hari) berhubungan dengantingginya kejadian mortalitas/kematian pada pasien GBS yang menjalani terapi di RSHS Bandung, maupun di RS Bhayangkara Tingkat II Medan. 

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

JAI

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Anestesiologi Indonesia (JAI) diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) dan dikelola oleh Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis ...