Kebutuhan jagung di Kabupaten Ciamis untuk pemenuhan produksi pakan ternak masih belum terpenuhi oleh produksi domestik, padahal Ciamis merupakan sentra produksi peternakan di Jawa Barat akan selalu membutuhkan jagung sebagai bahan baku pakan ternak. Penelitian dilakukan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani jagung di Desa Karangpari Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis, struktur pendapatan petani jagung di Desa Karangpari Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis, dan distribusi pendapatan petani jagung di Desa Karangpari Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah petani responden sebanyak 32 orang diambil menggunakan perhitungan rumus slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 15 persen dari total populasi petani jagung sebanyak 115 orang. Penelitian ini mencakup data primer dan sekunder, kemudian dianalisis secara deskriptif. Ditemukan dari hasil penelitian bahwa pendapatan rata-rata petani jagung sebesar Rp. 25.563.956,- `per tahun, berasal dari penerimaan total Rp. 43.284.375,- dan total biaya rata-rata sebesar Rp. 17.720.419. Struktur pendapatan petani jagung bersumber dari sektor pertanian yang memberikan kontribusi 60,88% . Yaitu berasal dari usahatani jagung sebesar 41,34%, usahatani padi sebesar 7,31% dan peternakan sebesar 12,22%. Dan sektor non pertanian dengan kontribusi sebesar 39,12%. Distribusi pendapatan petani jagung di Desa Karangpari Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis mempunyai rendahnya ketimpangan, dengan nilai Indek Gini Ratio sebesar 0,08.
Copyrights © 2023