Penelitian ini di latar belakangi dengan kesulitan dalam penerimaan diri para remaja yang merupakan korban perceraian orang tua nya, hal tersebut dapat dilihat dari remaja yang kurang mendapatkan cinta, kasih dan sayang dari orang tua nya sehingga menimbulkan sulit merasa puas terhadap diri sendiri, sulit dalam menerima kritikan orang lain, sulit memiliki kemandirian, dan sulit menghargai diri sendiri. Oleh karena itu, peneliti mengambil tindakan dengan melakukan layanan terapi maaf yang berfokus kepada penerimaan diri dengan memaafkan atau berdamai kepada diri sendiri ataupun orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivitasan terapi maaf dalam meningkatkan penerimaan diri kepada remaja dengan menggunakan quasy eksperimen dengan jenis one group pretest-posttest. Sampel yang diambil yaitu 10 siswa yang merupakan siswa di SMA Negeri Jakarta Timur berdasarkan pada pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian skor pretest memperoleh rata-rata sebesar 93,6 dan posttest yang diperoleh rata-rata sebesar 125,6. Sehingga terjadi peningkatan rata-rata sebesar 32. Dapat disimpulkan bahwa layanan terapi maaf efektif untuk meningkatkan penerimaan diri para remaja.
Copyrights © 2023