MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)

Kultivasi dan Identifikasi Bakteri Anaerob Bacteroides Fragilis

Tjampakasari, Conny Riana (Unknown)
Hanifah, Nadyatul (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Nov 2023

Abstract

ABSTRACT Anaerobic infections are infections caused by bacteria that grow and develop without the need for oxygen. Anaerobic bacteria are found in various human bodies such as on the skin, mucosal surfaces, and are in high concentrations in the mouth and digestive tract as part of the normal flora. These bacteria can infect deep wound, deeper tissues, and internal organs thet require ilttle oxygen. Cultivation and identification of anaerobic bacteria is one the most important steps as the basis diagnosis of a disease. Cultivation can be done by choosing the right medium, while to get a growth environtment without oxygen, an anerobic jar equipped with an anaerogen chemical gas generation sachet is used. The process of identifying bacteria was carried out starting from Gram staining follwed by a carbohydrate utilitization examination. Technological developments support the development of various automatic methods to identify anaerobic bacteria, one of which is the Vitek-2 machine. Bacteroides fragilis from clinical specimens was successfully identified with a probability of >90%, Gram negative, rod-shaped anaerobic bacterium. Keywords: Cultivation, Identification, Anaerobic Bacteria  ABSTRAK Infeksi anaerob adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang tumbuh dan berkembang tanpa membutuhkan oksigen. Bakteri anaerob ditemukan pada berbagai tubuh manusia seperti di kulit, permukaan mukosa, dan berada dalam konsentrasi tinggi di mulut dan saluran pencernaan sebagai bagian dari flora normal. Bakteri ini dapat menginfeksi luka yang dalam, jaringan yang lebih dalam, dan organ dalam yang membutuhkan sedikit oksigen. Kultivasi dan proses identifikasi bakteri anaerob menjadi salah satu tahapan yang sangat penting sebagai dasar diagnosis terhadap suatu penyakit. Kultivasi dapat dilakukan dengan pemilihan medium yang tepat sedangkan untuk mendapatkan lingkungan pertumbuhan tanpa oksigen digunakan jar anaerob yang dilengkapi dengan gas generation sachet anaerogen  chemical. Proses identifikasi bakteri dilakukan mulai dari pewarnaan Gram dilanjutkan dengan uji pemanfaatan karbohidrat. Perkembangan teknologi menunjang berkembangnya berbagai metode otomatis untuk melakukan identifikasi bakteri anaerob, salah satunya adalah  mesin Vitek-2. Bacteroides fragilis dari spesimen klinik berhasil diidentifikasi dengan probabilitas >90%, merupakan bakteri anaerob berbentuk batang bersifat Gram negatif. Kata Kunci: Kultivasi, Identifikasi, Bakteri Anaerob

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

MAHESA

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Nursing Public Health

Description

MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil ...