Konflik sering muncul di antara komunitas agama di Indonesia sebagai akibat dari miskomunikasi atau kurangnya pengetahuan agama. Konflik antar umat beragama secara khusus disebabkan oleh rasa saling tidak percaya dan ketidakadilan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bagaimana cara komunikasi antara para pemimpin agama Islam dan Kristen di Desa Batang Terap yang mencerminkan toleransi. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian lapangan deskriptif kualitatif. Metodologi Penelitian Ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus adapun data dalam penelitian ini berupa data primer dan data skunder. Penelitian ini dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk menggali informasi secara luas dan mendalam tentang berbagai kondisi yang ada dan situasi yang muncul di masyarakat sehingga dapat memberikan nilai tambah pada pengetahuan secara unik tentang fenomena individual, organisasi, sosial dan politik. Penelitian dilakukan di kelurahan batang teran daerah yang memiliki penduduk yang heterogen khususnya dalam hal agama yaitu Agama Islam dan Agama Kristen sehingga. Hasil penelitian ini antara lain Sikap toleransi yang dimiliki masyarakat juga sangat tinggi terbukti dengan adanya sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan agama, adanya sikap jujur dan kesadaran diri dalam perbedaan agama, serta terjalinnya komunikasi baik melalui kegiatan gotong royong ataupun kegiatan tradisional di masyarakat Kelurahan Batang Terap. Faktor pendukung dalam Membina toleransi umat beragama antara lain: Sejauh ini untuk memperkuat faktor pendukung tentu saja adanya sifat bangsa indonesia yang religius, adanya nilai nilai luhur budaya yang telah berakar dalam masyarakat seperti gotong royong, saling hormat menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya, kerjasama dikalangan intern umat beragama, antar umat beragama dan antara umat beragama dengan pemerintah.
Copyrights © 2023